MENAMBAH WAWASAN, SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN TANPA MENGHILANGKAN HIBURAN


Breaking News

Sunday, 28 August 2016

Kebebanan



 Kebebanan
 
Hallo sahabat afif, kali ini afif akan membagikan materi kuliah afif sendiri yaitu tentang Teknik Sipil, kali ini kita akan membahas tentang Beban. Beban adalah  sekelompok gaya yang akan bekerja pada suatu luasan struktur.  Setiap struktur yang akan direncanakan sebenarnya telah ditentukan oleh kode – kode pembebanan yang telah ditetapkan berupa standar nasional Indonesia (SNI).

Berikut ini adalah Kode-Kode Pembebanan:
Kode Pembebanan
·         PPUG 1987 (Peraturan Pembebanan Gedung)
·         ASCE 2005 (Gedung Lengkap)
·         SNI 1726 -2002 (Perencanaan Gempa)
·         SNI T02 -2005 (Pembebanan Jembatan)
·         SNI 03 – 2833 -200x (Gempa dinamis jembatan)
Pembebanan pada struktur bangunan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam perencanaan sebuah gedung. Kesalahan dalam perencanaan beban atau penerapan beban pada perhitungan akan mengakibatkan kesalahan yang fatal pada hasil desain bangunan tersebut.

 
Pembebanan pada Gedung biasanya terdiri dari :
  • Beban Mati
  • Beban Hidup
  • Beban Angin
  • Beban Gempa
  • Beban Additional (Tergantung kondisi dan situasi)
Beban Mati
  • Beban Mati : Beban yang tetap berada di gedung
  • dan tidak berubah ubah
  • Beban Balok (Profil x γ )
  • Beban Kolom (Profil x γ )
  • Beban Plat (Profil x γ )
  • Beban Dinding ( tinggi x berat /m2)
  • PPUG 
  • => 2.5 KN /m2 untuk susunan ½ bata
Beban Hidup
Beban Hidup : adalah beban yang berubah ubah pada struktur dan tidak tetap. Termasuk beban berat manusia dan perabotnya atau beban menurut fungsinya
  • Ruang Kantor
  • Ruang Pertunjukkan
  • Parkir
Beban Angin
Beban angin adalah beban yang bekerja horisontal / tegak lurus terhadap tinggi bangunan. Untuk gedung – gedung yang dianggap tinggi angin harus diperhitungkan bebannya karena berpengaruh terhadap story drift/simpangan gedung dan penulangan geser.
Kode perencanaan yang dianggap paling tepat saat ini untuk Indonesia adalah kode ASCE 7 2005 chapter 6.
Beban Angin sangat dipengaruhi faktor topografi dan luasan bangunan.

Beban Gempa
Beban Gempa adalah beban yang disebakan oleh bergeraknya tanah akibat proses alami.
Beban Gempa Terdiri dari 2 konsep yaitu desain statis dan desain dinamis
Untuk bangunan tinggi beban gempa harus diterapkan sedemikian rupa sehingga bangunan harus mampu menahan
gempa ulang 50 tahun.
Pada Desain Gempa inilah nilai daktalitas suatu bangunan dapat ditentukan

Beban additional
Beban additional adalah beban yang memiliki nilai lebih besar dari nilai beban mati atau beban hidup dan merupakan bagian dari struktur yang harus ditinjau ulang.
Contoh beban additional adalah :
  • Tandon air di atas bangunan
  • Kuda – Kuda
  • Tangga
  • Lift
  • Arsitektur seperti sunscreen 
 Cukup sekian penjelasan hari ini tentang Beban, semoga materi ini dapat bermanfaat bagi sahabat afif sekalian apa lagi yang ada tugas kuliah tentang materi beban di jurusan Teknik Sipil. sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Bye.... Bye....
Post a Comment

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Artikel Menarik Lainnya

Copyright © 2017 | Designed By Afif Ma'ruf Yulfriza