MENAMBAH WAWASAN, SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN TANPA MENGHILANGKAN HIBURAN


Breaking News

Wednesday, 1 February 2017

CRITICAL BOOK REPORT KEPEMIMPINAN



TUGAS INDIVIDU
CRITICAL BOOK REPORT
KEPEMIMPINAN
Dosen Drs.Asri Lubis, S.T.,M.Pd.


Penulis :
AFIF MA’RUF YULFRIZA  
5162210002
KELAS REGULER A



             Hasil gambar untuk unimed
 









FAKULTAS TEKNIK
PRODI D3 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA 2016- 2017


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan maupun organisasi sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari sudut mana saja dan adanya keterbatasan dan kelebihan tertentu pada manusia untuk memimpin. Dalam buku ini akan membahas kepemimpinan dari sudut pandang perilaku dan melihat hubungan kepemimpinan dengan kekuasaan yang merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia. Ada pendapat keras yang mengatakan bahwa “dunia atau umat manusia di dunia ini pada hakikatnya hanya ditentukan oleh beberapa orang saja, yakni yang berstatus sebagai pemimpin.” George R. Terry merumuskan kepimpinan itu dalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan sering kali disamakan dengan manajemen, dimana konsep kepemimpinan sangat dekat dengan konsep kekuasaan. Buku ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
B.     IDENTITAS BUKU

Buku I
Judul Buku            : Kepemimpinan dalam Manajemen
Nomor                   : ISBN 979-421-018-8
Pengarang                         : Miftah Thoha
Penerbit                 : Rajawali Pers
Tahun Terbit          : 2009
Edisi                      : 1
Tebal Buku            : 136 halaman
Bahasa Teks          : Bahasa Indonesia

Buku ini ditulis oleh Miftah Thoha, yang berjudul Kepemimpinan dan Manajemen yang untuk mengenang kepemimpinan kedua orngtuanya. Buku ini diterbitkan oleh Rajawali Pers, edisi revisi 2009, buku ini memiliki tebal 136 halaman dengan warna sampul kuning yang didesain oleh Expertoha Studio. Buku ini terdiri atas 9 BAB, masing – masing tiap bab membahas hal yang berbeda.




Buku II
Judul Buku                        : Leader yang Ship
Nomor                               :ISBN 979-9703-52-2
Pengarang                                     : Darmo Budi Suseno
Penerbit                             : Milestone
Tahun Terbit                      : 2009
Edisi                                  : 1
Tebal Buku                        : 128 halaman
Bahasa Teks                      : Bahasa Indonesia

Buku yang kedua ini karangan oleh Darmo Budi suseno yang berjudul Leader yang Ship, penerbit Milestone:2009. Untuk membuat ini perarang sebelumnya melakukan tugas praktiknya bersama mahasiswa Semarang yang merupakan mata kuliah softskills dan leadership yang untuk didiskusikan.  Isi buku ini terdiri dari dua bab saja yang memiliki banyak pembahasan di tiap point-pointnya, dimana:

















BAB II
RANGKUMAN
BUKU I:
Leadership dan Management
Perbedaan Leadership dan Manajement Manajer ialah orang yang akan memikirkan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang memiliki batasan oleh tata karma birokrasi, kegiatan mencapai tujuan oleh kepemimpinan itu dapat dinamakan manajemen. Kepemimpinan merupakan kegiatan untuk mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan ataupun kelompok yang tidak harus memiliki batasan oleh aturan-aturan terhadap organisasi. Peranan manajer Menurut Henry Mintzberg ada 3 peranan utama manajer yang harus dilakukan manajer atas, tengah dan bawah, antara lain:
1. Peranan hubungan antarpribadi
    a. Peranan sebagai figurehead
    b. Peranan sebagai pemimpin
    c. Peranan sebagai pejabat perantara
2. Peranan informasi
    a. Monitor
    b. Disseminator
    c. Juru bicara
3. Peranan pembuat keputusan
    a. Entrepreneur
    b. Penghalau gangguan
    c. Pembagi sumber
    d. Negosiator




Teori Teori Kepemimpinan
Teori sifat
Dalam teori ini terdapat empat sifat yang mempengaruhi keberhasilan dalam memimpin, yaitu:
1. kecerdasan
2. kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
3. motivasi diri dan dorongan berprestasi
4. sikap-sikap hubungan kemanusiaan

Teori kelompok
Teori ini mengatakan menunjukan bahwa para bawahan dapat mempengaruhi pemimpinnya dan pemimpin dapat mempengaruhi para bawahannya. Teori sitiuasional dan model kontijensi Ada dua pengukuran yang saling berhubungan dengan kepemimpinan, yaitu:
1. hubungan kemanusiaan atau gaya yang lunak
2. gaya yang berorientasi tugas atau “hard nosed”. Menurut Fiedler gaya kepemimpinan yang dikombinasikan dengan situasi akan menentukan hasil dalam pelaksanaan kerja. Dimana situasi yang menyenangkan itu jika:
a. pemimpin diterima oleh para pengikutnya.
b. tugas-tugas dan semua yang berhubungan dengan ditentukan secara jelas.
c. penggunaan otoritas dan kekuasaan secara formal diterapkan pada posisi pemimpin.

Teori jalan kecil – tujuan
Teori ini menyimpulkan dimana pemimpin membuat jalan kecil pada para bawahannya untuk mencapai tujuan sebaik mungkin. Diagram: teori jalan kecil – tujuan Pendekatan social learning dalam kepemimpinan Antara pemimpin dan bawahan memiliki hubungan interaksi yang baik dalam menyelesaikan suatu perkara untuk menyempurkan perilaku masing-masing.




Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan kontinum Ini merupakan cara yang klasik untuk mempengaruhi bawahan yang terdiri dari dua bidang yaitu pemimpin menggunakan otoritasnya dalam memimpin, yang kedua pemimpin menunjukan cara demokratisnya dengan menggunakan tujuh cara keputusan pemimpin:
1. Pemimpin membuat keputusan dan mengumumkannya.
2. Pemimpin menjual keputusan.
3. Pemimpin memberikan ide dan mengundang pertanyaan.
4. Pemimpin memberikan keputusan sementara yang bisa diubah.
5. Pemimpin memberikan persoalan, meminta saran-saran dan membuat keputusan.
6. Pemimpin merumuskan batas-batasnya, meminta pada kelompok untuk membuat keputusan.
7. Pimpinan mengizinkan bawahan untuk melakukan fungsi dalam batas-batas yang telah dirumuskan oleh atasan.

Gaya managerial grid
Dalam pendekatan ini pemimpin/manajer berhubungan dengan produksi dan orang-orang. Oleh karena itu ada beberapa cara kepemimpinannya:
1. Usaha manajemen yang paling rendah (minim) terhadap pekerjaan yang harus dikerjakan dan semangat kerja orang-orang yang bekerja.
2. Pencapaian kerja dalam manajemen adalah dari kepercayaan pada kemerdekaan orang-orang lewat penggunaan standar umum dalam organisasi yang berupa tujuan organisasi, dan dengan berdasarkan atas kepercayaan dan respek.
3. Manajemen yang penuh perhatian terhadap kebutuhan orang-orang dan memimpinnya ke suasana organisasi yang bersahabat, menyenangkan dan kecepatan kerja yang rileks.
4. Efisiensi hasil dari manajemen ini dicapai dari usaha menata kerja dalam cara tertentu dengan sedikit perhatiannya pada unsur manusia.
5. Pelaksanaan kerja manajemen secara memadai lewat keseimbangan kerja yang diharuskan tercapai dan peningkatan semangat kerja orang-orang yang memuaskan.
Tiga dimensi dari Reddin Cara ini merupakan cara pemimpin yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungannya. Dimana cara dasar kepemimpinan seorang manajer yaitu berhubungan, terpadu, terpisah, dan pengabdian. Kemudian dapat menjadi cara yang efektif dan tidak efektif. Adapun cara yang efektif, yaitu:
1. Eksekutif.
2. Pencinta pengembangan.
3. Otokratis yang baik.
4. Birokrat.
Dan cara yang tidak efektif:
1. Pencinta kompromi.
2. Missionari.
3. Otokrat.
4. Lari dari tugas.
Empatsistem manajemen dari Likert Menurut Likert, pemimpin yang berhasil jika dengan cara participative management, dimana pemimpin berorientasi dengan para bawahan serta memiliki hubungan yang mendukung.

Kemimpinan Situasional
Gaya dasar kepemimpinan
Ada dua hal perilaku yang biasanya dilakukan pemimpin terhadap bawahannya, yakni: perilaku pengarahkan dan perilaku mendukung. Perilaku gaya dasar kepemimpinan dalam pengambilan keputusan Ketika pemimpin melakukan proses pemecahan suatu masalah dan membuat keputusan, maka ada empat gaya dasar kepemimpinan dalam proses pembuatan keputusan: instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi. Kematangan para pengikut Kemampuan merupakan salah satu unsure kematangan yang berhubungan dengan pengetahuan/keterampilan yang didapat dri pelatihan, pengalaman, dan pendidikan. Bagaimana cara mengetahui gaya kepemimpinan kita Di situsi apapun, seseorang dapat mempengaruhi orang lain maupun kelompok. Gaya kepemimpinan suatu perilaku yang konsisten akan terlihat dari bagaimana kita menunjukkan dan diketahui oleh pihak lain ketika kita mempengaruhi orang lain. Dengan demikian, kepemimpinan bis terjadi dimana-mana. Gaya kepemimpinan Gambaran diri atas kepemimpinan kita bisa saja merefleksi atau tidak merefleksi diri kita sebenarnya. Semua ini tergantung bagaimana dekatnya persepsi kita dengan persepsi orang lain. Penyesuaian gaya Seseorang pemimpin yang memiliki tingkat gaya yang besar, bisa tidak efektif kalau gaya perilakunya tidak sesuai dengan tuntutan situasi. Sebaliknya, jika pemimpin yang memiliki tingkat gaya yang sempit dapat dengan efektif jika berada disituasi yang memungkinkan gayanya sukses yang besar.


BUKU II
Sukses Memimpin Diri Sendiri
Analisa SWOT bagi diri sendiri SWOT, singkatan dari bahasa inggris Stengths(kekuatan), Weaknesses(kelemahan), Opportunities(peluang), dn Threats(ancaman). Yang bermanfaat untuk mengetahui dan memahami diri kita sendiri yang sebelumnya tidak kita ketahui dan kita rasakan dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

Merancang kesuksesan dalam hidup
Apa itu sukses?
- Orang yang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal.
- Orang yang sukses adalah mereka yang tak pernah berhenti mencoba dan bekerja.
- Semua orang pernah gagal, namun kita berhak untuk sukses.
- Persiapkan diri anda sebagai orang yang berhasil.

Cita-cita, goal dan visi
Cita-cita yang berarti keinginan yang selalu dalam pikiran untuk mencapainya dengan sungguh-sungguh. Goal berarti bagian dari keinginan yang disusun akan menjadi panjang. Visi yaitu suatu gambaran tentang keadaan kedepan yang diinginkan. Introspeksi diri dengan QBQ(the question behind the question) QBQ adalah tentang mengajukan pertanyaan yang lebih baik dimana merupakan suatu prinsip bila kita mengajukan pertanyaan yang lebih baik maka kita akan mendapatkan jawaban yang lebih bermutu.

Aturlah hidup anda dengan POAC
POAC singkatan dari planning, organizing, actualiting, dan controlling. Planning atau rencana yang bersifat rasional yang dibuat untuk dilaksanakan yang akan dating. Organizing yauitu struktur yang membagi bagi kegiatan atas bagian-bagian yang khusus serta untuk mempermudah pengawasan serta tidaka adanya kegiatan yang menumpuh sehingga kegiatan selesai sesuai rencana. Actualiting/penggerak suatu kegiatan untuk menciptakan sifat suka bekerja pada diri sendiri sekaligus untuk pelayanan kepada orang lain. Controlling atau pengawasan sebagai mencegah penyimpanan-penyimpanan ataupun kesalahan dan kelemahan dalam tindakan. Mengasah kecerdasan anda Kecerdasan ada 3:
1. Kecerdasan intelektual (IQ)
2. Kecerdasan emosional (EQ)
3. Kecerdasan spiritual (SQ)
Mengolah alam bawah sadar anda
Alam bawah sadar merupakan suatu pikiran mekanisme untuk mencapai tujuan otomatis . dan bawah sadar kita memang benar dikendalikan oleh pikiran sadar kita secara otomatis.

Memperkuat etos kerja
Jansen H. Sinamo menyebutkan delapan etos kerja professional, yaitu bekerja tanpa pamrih, berjiwa sukarela, rendah hati, berjiwa besar, bijaksana, lapang dada, tidak kikir, bahagia ketika member, dan senang ketika melayani.

Kemampuan motivasi diri
Motivasi yang merupakan dorongan pada diri seseorang untuk bertindak apa yang kita inginkan dengan apa yang kita hargai.

Jangan takut pasarkan diri anda sendiri
Menurut Hermawan Kartajaya bahwa strategi untuk memasarkan diri sendiri itu sama seperti perusahaan melakukan pemasarannya yang berdasarkan PDB(positioning, differentiation dan brand). Misalnya seseorang memiliki keahlian tertentu lantas dia tidak memperkenalkan dirinya sebagai ahli, mana ada orang yang tau bahwa dia adalah seorang ahli. Maka diri sendirilah yang akan memulainya.

Sang Pemimpin
Defenisi, tipe dan sifat seorang pemimpin
Seorang dapat dikatakan sebagai pemimpin adalah ketika dia dapat mempengruhi orang lain untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan yang menjadi orientasi organisasi. Sebelum orang memimpin dalam lingkungan yang besar dia harus bisa memimpin dalam lingkungan kecil yaitu dirinya, keluarga, perusahaannya hingga Negara.
Tipe-tipe pemimpin:
1. Kepemimpinn direktif
2. Kepemimpinan suportif
3. Kepemimpinan partisipatif
4. Kepemimpinan orientasi-prestasi
Sifat seorang pemimpin:
1. Melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dilakukan
2. Optimisme
3. Ulet dan berani mengambil resiko
4. Menyukai perubahan serta mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah
5. Berdedikasi atau komit Skill utama seorang pemimpin Banyak yang harus dikuasai seorang pemimpin, dimana pemimpin harus mampu memanajemen konflik masalah, harus dapat memunculkan solusi yang terbaik bagi organisasinya yang dapat menguntungkan bagi organisasinya. Dan bukan kaum minoritas dalam organisasi tersebut.

Meningkatkan kinerja staf atau anggota
Motivasi terhadap karyawan dan staf sangat diperlukan dalam memajukan suatu organisasi ataupun perusahaan. Banyak cara untuk memotivasi karyawan atau staf, tergantung pada kondisi perusahaan dan karyawan itu sendiri.

Membangun tim kerja yang efektif
Yang perlu diperhatikan dalam membangun tim, yaitu:
1. Memilih anggota tim yang terampil.
2. Dapat berkomunikasi dengan baik.
3. Dapat bekerja sama dengan anggota tim.
4. Dapat mengevaluasi terhadap proses yang telah terjadi.
Selain itu sebuah tim harus mempunyai rasa tanggung jawab, mampu bersikap terbuka, bersikap ramah dan bersahabat dengan anggota tim yang lain, mampu menjadi contoh bagi anggota tim yang lain, dan bersikap professional.

Mengatasi konflik dalam kepemimpinan
Konflik identik dengan suatu masalah, tikaian, dan perselisihan. Tidak mudah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam konflik baik pribadi ataupun kelompok. Untuk menyelesaikan suatu masalah dalam konflik haruslah dengan adil, dimana dalam menyelesaikan konflik akan mengasilkan 3 strategi dasar yaitu:
1. Sama-sama rugi
2. Kalah menang
3. Sama-sama beruntung yang kadang tidak memiliki unsure keadilan




















BAB III
KRITIK DAN SARAN
A.    KELEBIHAN BUKU

Buku 1
• Isi buku memiliki banyak pengertian dari para-para pendapat.
• Penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk ikut dalam keadaan yang sebenarnya.
• Setiap bab penulis membuat satu kesimpulannya yang dapat dimengerti.

Buku 2
• Menggunakan kata-kata yang sederhana untuk dimengerti di kalangan pelajar ...maupun dikalangan mahasiswa.
• Di setiap akhir sub-bagian penulis selalu membuat latihan-latihan untuk dipraktikan ...dalam kehidupan untuk menjadi pemimpin.
• Banyaknya kata-kata motivsi yang dibuat oleh penulis.
• Disetiap bagian penulis membuat inti sari dari tulisan tersebut.

B.     KEKURANGAN BUKU

Buku 1
• Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk dipahami.
• Pengulangan informasi sering kali terjadi pada bab-bab berikutnya.

Buku 2
• Ringkasan buku lebih banyak membahas tentang materi-materi.
• Pengertian dari setiap kata banyak yang dibuat berulang-ulang, dan pengertiannya    ...itu banyak menggunakan kata-kata pemborosan.

C.     SARAN

Mungkin akan jauh lebih baik apabila mengunakan kata-kata yang sederhana mungkin guna mencapai pemahaman yang lebih.







BAB IV
KESIMPULAN

Kepemimpinan merupakan aktivitas untuk mempengaruhi orang lain agar mau diarahkan untuk memcapai suatu tujuan. Dimana cara seorang pemimpin itu juga merupakan hal yang perlu untuk mempengaruhi orang lain. Untuk menjadi seorang pemimpin itu dia harus bisa memimpin dari lingkungan yang kecil yaitu dirinya sendiri, keluarga, perusahaan hingga di linkungan yang besar yaitu Negara. Dengan kritikal buku ini kita lebih dapat membandingkan antara dua buku tentang kepemimpinan dengan penulis yang berbeda guna untuk menambah wawasan serta pengalaman dalam sikap berkepemimpinan.


















REFERENSI
Thoha, Miftah. 2009. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers
Suseno, Darmo Budi. 2009. Leader yang Ship. Jakarta: Milestone



Post a Comment

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Artikel Menarik Lainnya

Copyright © 2017 | Designed By Afif Ma'ruf Yulfriza